Gelas dan Manusia

 Aku kira yang penting dalam mencuci gelas, itu bagian bibirnya, karena bersentuhan langsung ke mulut kita ketika minum, begitupun sendok, bagian cekungnya saja. Sehingga sisi lain diabaikan, seadanya aja membersihkannya.


Eh, lalu aku sadar, sayang banget kalau bagian dasarnya kotor, percuma bibir gelas bersih tapi ada sisa susu kental manis di bawahnya.


Eh, aku tambah sadar lagi, gagang cangkir pun, bagian luar gelas, perlu diperhatiin, biar ga licin, jatuh, dan ngga insecure sama alat makan bersih lainnya.


Begitu pun sendok, kalau masih ada minyak di gagangnya siapa yang mau make? 


Siapa coba yang mau gelas kotor? Yang ada malah disingkirin 


Seperti itu pun manusia, yang dijaga kebersihannya ngga cuman bibirnya, perkataan, dan ucapannya tapi 'inner' alias hati, niat, dan pikiran juga mesti dibersihin. 


Serta, sikap, perilaku kita sehari hari ke orang lain harus dijaga. Panampilan kita juga bersih. Mandi, make baju yang rapih, wangi, dandan tipis biar ga kucel.


Untuk apa semua itu? Supaya bisa menjalankan fungsinya sebagai manusia, kaya gelas, bermanfaat untuk orang di sekitarnya, setidaknya ngga menggangu- mengusik orang lain karena keberadaan kita.


Tujuan manusia bermanfaat untuk orang lainkan? Jangan mau kalah salah gelas yg dipake sebentar langsung dicuci, ini udah dipakek 24 jam wudhu bentar aja masih males


Ayo diperhatiin gelasnya, jangan malah dipecahin, hancur deh....

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Tugas Refleksi Diri